Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Screw Chiller dan Scroll Chiller: Berikut Perbedaan Cara Kerjanya

Dalam dunia industri HVAC (Heating, Ventilating, & Air Conditioning), pemilihan tipe chiller menjadi hal yang krusial. Sebab, harga AC central dipengaruhi oleh tipe unit chiller yang digunakan.

Di antara berbagai jenis mesin pendingin cental yang umum digunakan dalam bangunan, dua tipe yang paling menonjol adalah Screw Chiller dan Scroll Chiller. Sebaiknya, ketahui seperti apa perbedaan antara kedua sistem ini sebagai referensi untuk memilih yang paling sesuai.

Perbedaan antara Screw Chiller dan Scroll Chiller

Perbedaan utama antara Screw Chiller dan Scroll Chiller pada tipe kompresornya. Perbedaan kompresor tersebut juga ikut mempengaruhi harga AC central dari kedua tipe ini. Untuk pembahasan lebih lengkap, berikut ini rincian perbedaan lainnya:

  • Tipe Kompresor dan Cara Kerjanya

Dari segi tipe kompresor, Screw Chiller menggunakan kompresor sekrup (screw compressor), sementara Scroll Chiller menggunakan kompresor spiral (scroll compressor).

Kompresor sekrup bekerja dengan prinsip menggunakan satu atau lebih sekrup untuk mengurangi volume ruang kompresi, mengompresi refrigeran, dan mendorongnya keluar sebagai gas padat. Ini lebih cocok untuk beban kerja berkapasitas besar.

Di sisi lain, kompresor spiral bekerja dengan dua spiral yang mengkompresi refrigeran. Selain itu, tipe kompresor ini cenderung lebih umum digunakan untuk beban pendinginan yang lebih ringan.

  • Efisiensi Energi

Dari segi efisiensi energi, umumnya Screw Chiller cenderung lebih efisien pada beban sebagian atau parsial. Jenis ini juga dapat mengontrol kapasitasnya secara bertahap untuk menghasilkan tingkat efisiensi yang baik pada kapasitas 50-70%.

Ini membuatnya lebih cocok untuk proyek-proyek dengan fluktuasi beban yang signifikan. Di sisi lain, kompresor spiral pada Scroll Chiller cenderung lebih efisien pada kondisi beban penuh.

Sehingga, pendingin ini sering digunakan dalam proyek-proyek dengan beban pendinginan yang konsisten. Karena itu, scroll chiller umumnya memiliki jumlah kompresor yang lebih banyak untuk mengendalikan kapasitasnya.

  • Ukuran dan Kapasitas

Selain mempertimbangkan tipe kompresor dan kemampuannya dalam hal efisiensi energi, ukuran dan kapasitas chiller juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan tipe yang sesuai.

Screw Chiller biasanya lebih besar dan memiliki kapasitas yang lebih tinggi, cocok untuk aplikasi dengan beban pendinginan yang besar dan konstan. Sementara ukuran Scroll Chiller lebih kompak dan ideal untuk aplikasi dengan beban pendinginan yang cenderung ringan atau bervariasi.

  • Biaya Investasi Awal dan Umur Pakai

Kompresor sekrup pada Screw Chiller biasanya lebih mahal untuk dibeli dan diinstal. Namun, mesin ini cenderung memiliki umur pakai yang lebih panjang dan lebih mudah untuk direparasi.

Di sisi lain, kompresor spiral pada Scroll Chiller biasanya memiliki harga yang lebih ekonomis. Tetapi, umur pakainya secara umum lebih pendek dan lebih sulit untuk diperbaiki jika terjadi kerusakan.

Tips Menentukan Tipe Chiller yang Cocok untuk Gedung Anda

Jadi, bagaimana cara memilih tipe chiller yang paling sesuai untuk bangunan, baik dari segi faktor harga AC central tersebut maupun instalasinya? Sebagai panduan, berikut ini tips yang bisa Anda terapkan:

  • Cek Kapasitas gedung

Salah satu faktor utama dalam pemilihan tipe chiller adalah kapasitas gedung Anda. Pertimbangkan besarnya beban pendinginan yang diperlukan. Jika kapasitasnya kurang dari 60 ton refrigerasi, maka Scroll Chiller mungkin menjadi pilihan yang lebih efisien.

Namun, jika kapasitas gedung Anda melebihi 150 ton refrigerasi, Screw Chiller mungkin menjadi opsi yang lebih baik. Sementara untuk kapasitas antara 60 hingga 150 ton, Anda tetap perlu mempertimbangkan faktor-faktor tambahan lainnya.

  • Lingkungan Pemasangan

Lokasi pemasangan akan sangat mempengaruhi performa dan kinerja chiller. Jadi, pastikan untuk mempertimbangkan kondisi ruang mesin, aksesibilitas untuk perawatan, dan kondisi lingkungan sekitarnya.

Jika area tempat instalasi chiller tersebut cenderung berukuran kecil, maka Scroll Chiller yang ukurannya lebih kompak bisa menjadi bahan pertimbangan. Jadi, periksa juga seperti apa kondisi lingkungan tempat chiller akan dipasang.

  • Budget (Anggaran)

Harga AC central bisa berbeda tergantung pada tipe kompresornya, apakah jenis sekrup atau spiral. Secara umum, Scroll Chiller cenderung lebih ekonomis dalam hal biaya awal pembelian dan instalasi.

Sementara itu, meskipun Screw Chiller umumnya lebih mahal dalam hal pembelian, namun mesin pendingin ini memiliki umur pakai yang lebih panjang. Karena itu, penting untuk mempertimbangkan anggaran proyek Anda, termasuk biaya awal, biaya operasional, dan biaya pemeliharaan jangka panjang.

  • Penggunaan Beban

Seperti apa jenis beban yang akan dihadapi oleh mesin pendingin tersebut, apakah beban penuh atau sebagian (parsial)? Jika gedung Anda memiliki fluktuasi beban yang signifikan sepanjang tahun, maka kapasitas kontrol menjadi faktor penting.

Screw Chiller umumnya lebih unggul dalam hal ini karena dapat mengatur kapasitas mereka secara bertahap sesuai kebutuhan untuk memastikan efisiensi energi yang lebih tinggi pada beban sebagian. Sedangkan Scroll Chiller cenderung lebih efisien pada beban penuh, tetapi kurang mampu mengatasi fluktuasi beban.

  • Aspek Lingkungan

Aspek lingkungan juga harus menjadi pertimbangan. Ini mencakup pertimbangan seperti tingkat kebisingan yang dapat diterima, efisiensi energi, dan dampak lingkungan secara keseluruhan. Pemilihan chiller yang lebih efisien dalam hal energi dapat membantu mengurangi emisi karbon dan biaya operasional jangka panjang.

Pemilihan tipe chiller yang tepat merupakan keputusan yang rumit. Namun apapun keputusan Anda, Clivet menyediakan Screw Chiller dan Scroll Chiller berteknologi terkini sesuai kebutuhan. Untuk informasi selengkapnya tentang harga AC central dan pilihan produk, hubungi tim customer service PT Bukaka Inti Aircon, agen resmi Clivet di Indonesia!

Go to Top
Index