Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Chilled Water System dan Cara Kerjanya

Memasang sistem HVAC di suatu gedung berarti terdapat chilled water system atau sistem air dingin. Sebab sistem tersebut menjadi dasar dari HVAC dan masuk dalam komponen teknologi yang Anda dapatkan ketika membayar harga AC central.

Apabila Anda ingin melakukan instalasi HVAC pada gedung, maka mengetahui lebih jauh tentang sistem air dingin tersebut beserta cara kerjanya akan membantu Anda. Maka dari itu, jangan lewatkan informasi tentang chilled water system berikut!

Apa Itu Chilled Water System?

Chilled water system menjadi basic atau dasar sistem pendingin pada HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning). Sistem tersebut pengelolaannya lebih hemat, sehingga pabrik-pabrik industri banyak menggunakannya.

Chilled water system juga digunakan dan diaplikasikan pada tempat-tempat atau area gedung yang membutuhkan kapasitas pendingin secara signifikan, seperti ruang produksi industri, hypermarket, hingga gedung kantor.

Sistem ini cara pengoperasiannya memiliki prinsip serupa dengan sistem pendingin udara pada umumnya, yaitu penggunaan refrigeran yang normal. Sistem chilled water juga mengalirkan pipa air dan bukan saluran pendingin. 

Pipa air tersebut disalurkan di atas ruang bisnis besar, sehingga memungkinkan pendistribusian air menjadi lebih efisien menuju koil pada air handler evaporator.

Oleh sebab minim risiko serta terjangkau, maka sistem yang mengalirkan pipa pendingin ke seluruh ruang gedung ini semakin banyak diminati dan digunakan dalam pengkondisian struktur udara gedung.

Meskipun begitu, chilled water system perlu mendapatkan pemeliharaan oleh teknisi terlatih agar harga AC central yang telah Anda keluarkan tidak sia-sia karena salah pemeliharaan.

Cara Kerja Chilled Water System

Pada sistem ini, air dingin akan digunakan sebagai pendingin bangunan dengan penyerapan panas melalui ruang interior. Chiller yang menjadi inti dari sistem air dingin ini akan menggunakan refrigeration cycle agar dapat melakukan ekstrak panas dari air.

Panas tersebut akan dipindahkan ke kondensor atau pun udara luar yang ada di kondensor chiller. Kemudian, siklus refrigeration pada sistem air dingin tersebut akan menghilangkan panas pada air dingin di evaporator chiller.

Pemberi daya pada operasi tersebut adalah kompresor, yang mana pada sistem air dingin ini menjadi pemakai energi paling besar. 

Setelah itu, air dingin pada gedung akan mengalami sirkulasi melewati loop air dingin, yang mana terdiri atas pompa dan pipa. Pasokan air dingin tersebut merupakan air yang berasal dari chiller, dengan suhu air berada pada 7,2 derajat Celcius atau 45 derajat Fahrenheit.

Air Handling Unit (AHU) serta Fan Coil Unit (FCU) yang merupakan perangkat AC pada gedung mendapatkan persediaan air dingin melalui aliran pompa pada chiller. Air dingin tersebut dialirkan melewati koil yang menukar panas di FCU dan AHU.

Suhu koil serta kipas sirkulasi udaranya pun akan mengalami penurunan suhu. Kipas mengedarkan udara melalui koil agar udara dingin mencapai seluruh struktur gedung. Adapun suhu dari udara suplai FCU dan AHU berada pada 12,78 derajat Celcius atau 55 derajat Fahrenheit.

Lalu, air dingin pun akan kembali menuju chiller setelah dari koil penukar panas. Air tersebut akan didinginkan satu kali lagi, kemudian siklus akan berulang. Jadi, chilled water system berjalan dengan mudah berkat satu pompa dan satu chiller yang mengaturnya.

Walaupun pada taraf yang lebih kompleks dan canggih, tata letak sistem tersebut akan terdiri dari beberapa pompa, lalu lebih dari satu chiller, kemudian cooling tower, lalu heat exchanger, hingga macam-macam valve sebagai pengubah rute aliran menyesuaikan beban panas pada gedung.

Jenis Chiller 

Jenis pendingin atau chiller yang umum digunakan terdiri dari dua jenis dengan harga AC central variatif menyesuaikan kualitasnya. Berikut adalah masing-masing penjelasannya:

  • Water Cooled Chiller

Pada chiller ini, air dingin akan dibuang panasnya menuju saluran air yang terpisah, yang bisa Anda sebut sebagai saluran air kondensor. Saluran tersebut menyerap panas air ketika melalui chiller. 

Air dari kondensor kemudian diterima oleh cooling tower, lalu menjadi uap ke atmosfer agar panas hilang. Air kondensor mengeluarkan panas karena sebagian menguap, lalu bagian air yang dingin akan mengalir menuju chiller lagi. Prosesnya berulang seperti itu.

Keunggulan chiller ini adalah efisien karena hemat energi, walau pemasangannya akan memerlukan biaya lebih besar namun secara jangka panjang lebih menguntungkan.

  • Air Cooled Chiller

Jenis ini mengeluarkan panas yang berasal dari koil kondensor ke udara di sekitarnya secara langsung. Udara tersebut akan bertiup pada atas koil kondensor ketika refrigeran hangat, jadi panas dari refrigerant hilang.

Refrigeran lalu mendinginkan air dingin ketika mengalir lewat evaporator serta expansion valve, yang prosesnya pendinginannya berjalan cepat. Begitu terus prosedur diulang oleh sistem.

Demikian chilled water system yang akan diaplikasikan pada komponen HVAC. Mendapatkan Water Cooled Screw Chiller yang berkualitas bisa Anda wujudkan dengan bermitra bersama PT Bukaka Inti Aircon sebagai kontraktor HVAC bersertifikat.

Water cooled chiller memiliki efisiensi yang tinggi, ramah lingkungan, serta teknologi mutakhir, yang membuat pengoperasian chiller menjadi lebih aman, tahan lama, dan bertanggung jawab. Hubungi tim customer service PT Bukaka Inti Aircon untuk mendapatkan informasi produk yang lengkap dan harga AC central!

Go to Top
Index